Upayakan Maksimalisasi Persiapan “New Normal” Telkom Gelar Webinar Smart City dengan Tema “Speed Up New Normal Achievement”


Dalam persiapan menghadapi new normal dan sebagai upaya optimalisasi implementasi teknologi untuk mendukung sarana dan prasarana terkaitnya, mendorong digital transformasi dan pengembangan smart city secara umum, pada Kamis, 4 Juni 2020 pukul 13.00-15.00 WIB, PT. Telkom Indonesia Regional II bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Webinar Smart City dengan mengusung tema “Speed Up New Normal Achievement”.

Adapun topik utama yang dibahas dalam webinar ini adalah bagaimana Smart City turut andil untuk membantu Individu, Masyarakat, Pemerintah, Industri/Bisnis dan Akademisi dalam mengadapi “New Normal” yang akan segera diberlakukan diberbagai daerah di Indonesia. Terlibat sebagai pembicara adalah para ahli dibidangnya yang tentunya sangat menguasai topik bahasan tersebut, yaitu Bima Arya Sugiarto yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bogor, Arif Satria selaku Rektor IPB, Teuku Muda Nanta yang saat ini menjabat sebagai EVP Telkom Regional II, dan Wahyudi yang saat ini menjabat sebagai SM Smart City Development Telkom Indonesia. Kombinasi pembicara yang mewakili berbagai sektor ini tentunya memperkaya insight dan diskusi selama webinar. Dihadiri oleh lebih dari 350 peserta dari berbagai kalangan dan dengan di pandu oleh Noviana Putri Kusumasari selaku moderator, webinar ini berlangsung menarik selama lebih dari 2 jam.

Webinar dibuka dengan sambutan dari Teuku Muda Nanta selaku penyelenggara yang menyampaikan dukungan Telkom Group selama Pandemi-Covid 19 dan persiapan Telkom Group menghadapi “New Normal”. Tidak bisa dipungkiri pandemic mendorong perubahan perilaku dan peningkatan digitalisasi. Contoh sederhana dapat dilihat bahwa berdasarkan analisis Big Data terhadap user Indihome yang menyatakan bahwa 3 aktivitas yang dominan dilakukan masyarakat selama PSBB adalah online education, online communication (Video Conference) dan dan online games. Lebih lanjut, Teuku Muda Nanta menambahkan bahwa solusi – solusi smart city sangat tepat digunakan dalam kondisi seperti saat ini.

Dalam paparannya mengenai New Normal, Bima Arya menyampaikan New Normal sebagai proses yang sangat panjang dengan sifat yang integratif dan evaluatif. Kondisi ini merupakan fase yang anomali dan bisa saja prosesnya maju-mundur dilihat dari evaluasinya. Dilihat dari sisi teknologi, kita dipaksa untuk meloncat puluhan tahun kedepan, tetapi secara perilaku fisik kita ditahan menjadi lebih konservatif untuk melaksanakan physical distancing. Pemerintahan pun dituntut untuk terbuka kepada masyarakat. Lebih lanjut Bima Arya menyampaikan bahwa terdapat beberapa issue besar yang perlu diperhatikan dalam persiapan “New Normal” antara lain sistem teknologi baru untuk penanganan Covid-19 dan pelayanan publik dengan menerapkan smart government yang harus disegerakan pengimplementasiannya. Untuk mewujudkan hal itu semua ada 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aktor, infrastruktur, dan kultur. Smart City untuk solusi Covid-19 di suatu wilayah dapat terlaksana apabila ketiga aspek itu terpenuhi.

Arif Satria sebelum memulai sesi paparannya mengutip pernyatan dari Charles Darwin yang berbunyi, “yang survive bukan yang paling kuat atau yang paling pintar, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan”. Menurut Arif, situasi Covid-19 menuntut kita sebagai individu untuk merespon dengan gaya hidup, cara belajar, dan cara bekerja yang lebih fleksibel terhadap perubahan. Beliau juga menyampaikan bahwa IPB ikut turut andil dalam membantu memerangi Covid-19 dengan menyediakan Laboraturium Uji Covid-19 yang aktif terhitung sejak 30 April 2020. Data per 4 Juni 2020 menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 1.300 sampel yang sudah diteliti dalam uji lab covid-19. Selain itu IPB juga sedang mengembangkan smart farming dan smart channeling, dimana nantinya keduanya akan membantu menghubungkan para petani di desa dengan konsumennya.

Melengkapi bahasan people dan proses dalam implementasi smart city di era new normal yang sudah di sampaikan oleh pembicara sebelumnya, Wahyudi dalam sesinya di webinar ini lebih berfokus pada aspek teknologi sebagai enabler. Lebih lanjut, disampaikan bahwa dalam situasi Pandemic Covid-19 yang sedang kita alami sekarang, sangat nyata rasanya bahwa peran digital transformation sangatlah penting. Untuk itu dalam upaya mendukung pemerintah baik itu dalam mengatasi keterbatasan akibat Covid-19 maupun dalam pengembangan smart city, Telkom Group melalui Smart City Nusantara telah mengembangkan beberapa solusi seperti PPDB From Home, eLearning, Smart Village, Monitoring Pajak, Thermal Camera Checkpoint, dan lain sebagainya.

Telkom berharap webinar ini dapat meningkatkan kesadaran berbagai pihak akan pentingnya digital transformation dan implementasi smart city sebagai salah satu upaya mengatasi keterbatasan akibat Pandemic Covid-19 dan kolaborasi dalam mewujudkan pengembangannya untuk Speed Up New Normal Achievement.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Smart City Nusantara dan Living Lab Smart City Nusantara, dapat mengakses www.smartcitynusantara.id dan akun Instagram @scn_telkomindonesia.